Diduga Jadi Lokasi Penimbunan Solar Subsidi, Gudang di Tanjung Mulia Resahkan Warga, Masyarakat Minta Mabes Polri Turun Tangan
Author -
Redaksi
6/30/2026 10:41:00 PM
MEDAN (AM) – Keberadaan sebuah gudang yang diduga dijadikan lokasi penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar bersubsidi di kawasan Tanjung Mulia, dekat Kayu Putih, Kota Medan, menuai keresahan masyarakat. Aktivitas yang berlangsung di lokasi tersebut dinilai mencurigakan dan dikhawatirkan berdampak terhadap keselamatan warga sekitar.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, solar bersubsidi yang diduga disimpan di gudang tersebut disebut-sebut berasal dari praktik penyimpangan distribusi atau langsiran dari sejumlah SPBU di wilayah Kota Medan, Tanjung Morawa, dan Kabupaten Deli Serdang. Dugaan tersebut memicu desakan agar aparat penegak hukum segera melakukan penyelidikan secara menyeluruh.
Warga yang bermukim di sekitar lokasi mengaku telah lama merasa tidak nyaman dengan aktivitas gudang tersebut. Selain beroperasi secara tertutup, keberadaan bahan bakar dalam jumlah besar di kawasan padat penduduk dinilai memiliki potensi bahaya yang sangat tinggi apabila terjadi insiden kebakaran maupun ledakan.
"Yang kami khawatirkan bukan hanya dugaan penyalahgunaan solar subsidi, tetapi juga keselamatan masyarakat. Jika sampai terjadi kebakaran, dampaknya bisa sangat fatal bagi lingkungan sekitar," ungkap salah seorang warga kepada wartawan, Selasa (30/6/2026).
Menurut keterangan warga, gudang tersebut telah beroperasi cukup lama dan hampir seluruh aktivitas dilakukan secara tertutup. Hingga kini, masyarakat menilai belum terlihat adanya tindakan penegakan hukum yang tegas untuk memastikan legalitas maupun aktivitas yang berlangsung di lokasi tersebut.
Atas kondisi tersebut, warga berharap aparat penegak hukum segera turun melakukan pemeriksaan langsung. Mereka meminta dugaan penyimpangan distribusi BBM bersubsidi diusut secara profesional dan transparan agar tidak menimbulkan kerugian negara maupun keresahan yang terus berlanjut di tengah masyarakat.
Masyarakat juga mendesak agar Mabes Polri memberikan perhatian khusus terhadap dugaan aktivitas tersebut dengan menurunkan tim untuk melakukan pengecekan dan penyelidikan di lokasi. Warga berharap penegakan hukum dilakukan secara tegas terhadap siapa pun yang terbukti terlibat, sehingga distribusi BBM bersubsidi benar-benar tepat sasaran dan rasa aman masyarakat dapat terjamin.
(Bersambung..)