DELI SERDANG,analisismedia.com - Pemerintah Republik Indonesia menekankan bahwa pengurusan dokumen seperti Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) gratis sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013,Minggu ( 30/11/2025).
Namun, tidak bagi warga desa buntu bedimbar kecamatan tanjung morawa, ketika berurusan dengan kepala dusun 11, dirinya dimintai biaya agar surat-suratnya cepat selesai.
Warga yang mengeluh tersebut bernama Mustika Ratih dengan sapaan Ratih (36) seorang single parent ini, berawal dirinya meminta kepala dusun bernama Deny Ardiansyah alias Deny (44) untuk mengurus surat-suratnya.
Dan sebelumnya, Ratih tersebut pernah ikut mantan suami tinggal di kabupaten Batu Bara. Penyebab itulah Ratih harus menarik data dirinya dari kabupaten Batu Bara ke kabupaten Deli Serdang.
Dari percakapan via pesan whatsApp pada tanggal 18 Maret 2025 antara Ratih dan Deny.
Kadus Deny, “Separuh dulu bisa takutnya dia nggak percaya, soalnya pernah kayak gitu”.
Ratih, “Ya udah nanti kalau masih buka link nya ku tf, kalau nggak ya besok jam aku istirahat kerja.”
Kadus Deny, “Ok, kalau bisa ini malam ya biar besok abg print semua berkasnya biar cepat dimasukan.”
Selanjutnya dalam percakapan itu Kadus Deny mengirimkan akun dana nya agar uang tersebut di transfer (Tf).
Lanjut dalam percapakapan itu, Ratih mengatakan “Ya udah itu 700 (700ribu.red) dulu bang, nanti siap kuambil langsung kekurangan nya.”
Setelah beberapa hari kemudian Kadus Deny pun menanyakan kekurangannya kepada Ratih.
“Assalamukalaikum, kira-kira sisanya kapan dikirim ya rat, terimakasih.” Ucap Deny via pesan whatsApp.
Lalu dibalas Ratih, “Udah siap belum bang, tunggu selesai nanti baru di tf bang.”
Mustikaratih ketika ditanyai media ini via telpon whatsApp, berapa biaya yang dimintai kepala dusun 11 Deny Ardiansyah tersebut, dirinya menjelaskan, bahwa ia dimintai Rp1.600.000, dua kali memberi uang kepada kadus tersebut.
“Pertama ku transfer ke bang Deny 700ribu, nggak lama selang beberapa hari, dia minta kekurangannya, langsung datang kerumah, 900ribu ku kasih lagi sama dia, sampai sekarang sudah berapa bulan suratnya nggak selesai-selesai, terakhir aku urus sendiri ke capil.” Ucapnya berharap uangnya dikembalikan.
Kepala Desa Buntu Bedimbar Mus Mulyadi ketika dikonfirmasi terkait salah satu perangkatnya yakni kepala dusun 11 Deny Ardiansyah meminta uang mengatakan,"Ok bg, nanti saya panggil kadusnya, prihal berita ini,disini saya juga menekankan tidak boleh meminta administrasi biaya apapun jika ada warga kita mengurus surat-surat.” Ujar Kepala Desa via pesan whatsApp.
(Tim)