Tanjab Barat, Analisismedia – Di bulan suci Ramadhan, dengan tema "Pena dan Doa", Pandawa Media Group menggelar kegiatan buka bersama (bukber), pembagian takjil, dan santunan anak yatim di Alun-Alun Kualat Tungkal, sekitar perkantoran Pemkab Tanjab Barat, Sabtu (07/03/26).
Meski dilaksanakan secara sederhana, acara ini sarat dengan makna kebersamaan dan kepedulian yang mendalam. Kegiatan penuh berkah ini terlaksana berkat dukungan tulus para dermawan dan berbagai pihak.
Suasana haru dan khidmat terasa saat pembagian takjil diiringi musik religi, dilanjutkan kultum, bukber, hingga puncak acara: pemberian santunan kepada puluhan anak yatim. Senyum tulus yang terukir di wajah mereka menjadi bukti nyata kehangatan kasih sayang yang terjalin, memperkuat pesan tema "Pena dan Doa" bahwa di balik tulisan dan pemberitaan, ada hati yang peduli dan doa yang tulus.
Deni Pandak, wartawan Liputan Jambi.id dan Harian Batang Hari Ekspres, menyampaikan syukur atas kelancaran acara. "Alhamdulillah, terima kasih kepada semua dermawan yang menyisihkan rezeki, serta Kopi Paman dan Copa Music Corner yang turut menyukseskan," ucapnya.
Ia pun berdoa agar setiap kebaikan menjadi ladang amal yang diterima Allah SWT dan dibalas berlipat ganda.
"Lewat tema 'Pena dan Doa', kami ingin menunjukkan bahwa sederhananya acara tidak mengurangi maknanya, justru semakin mempertegas niat kami untuk berbagi dan berdoa bersama," tambahnya.
Doa serupa mengalir dari anak-anak yatim. Salah satu perwakilan menyampaikan terima kasih: "Santunan ini sangat bermanfaat. Kami bahagia dan tersentuh, saya berjanji akan belajar rajin agar nanti bisa membantu orang lain," tuturnya.
Salah satu dermawan pun mengungkapkan kebahagiaannya. "Melihat senyum anak yatim adalah hadiah tak ternilai. Membantu mereka adalah kewajiban dan ladang amal berharga di Ramadhan. Meski acaranya sederhana, tapi maknanya sangat dalam. Semoga kebaikan ini terus berlanjut dan menginspirasi," katanya.
Kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan bukti kebersamaan dan kepedulian yang nyata. "Kami berharap kegiatan ini terus berjalan dan terbuka untuk kolaborasi. Lewat tema 'Pena dan Doa', kami juga ingin mengubah persepsi publik yang mungkin negatif terhadap wartawan, menunjukkan bahwa kami hadir tidak hanya untuk memberitakan dengan pena, tapi juga berbagi dan peduli dengan doa dan tindakan," tegas Deni.
(cw/red)





