STM HILIR,DELI SERDANG,analisismedia.com - Warga Masyarakat Desa Lau Barus Baru (LBB),Kecamatan Sinembah Tanjung Muda Hilir (STM Hilir),Kabupaten Deli Serdang semakin resah dengan maraknya peredaran narkotika jenis sabu-sabu yang terjadi di wilayah mereka. Fenomena ini tak hanya merusak moral generasi muda, namun juga diduga memicu meningkatnya tindakan kriminalitas di masyarakat, Kamis (9/4/2026).
Salah satu warga Desa Lau Barus Baru (LBB) yang enggan disebutkan namanya untuk keselamatan diri mengungkapkan,bahwa Bandar (BD) dan pengedar serta penggunaan sabu-sabu di desa mereka sudah sangat mengkhawatirkan, bahkan telah melibatkan kalangan remaja hingga orang dewasa.
“Pengedar dan Pemakaian Sabu-sabu ini makin merajalela bang, sudah banyak anak-anak muda yang ikut-ikutan. Kalau tidak segera ditindak habislah masa depan mereka dan banyak juga orang luar sering belanja disini bang,basis mereka di gudang sawit milik berinisial H tak jauh dari kantor kepala Desa bang” ujarnya saat diwawancarai media.
Tak hanya berdampak pada kerusakan mental dan moral, warga juga mengaku sering kehilangan seperti buah sawit dan barang-barang rumah tangga.
Berdasarkan informasi yang didapat oleh awak media,bandar (BD) Diduga Berinisial 'A' Alias 'JUPENG' dan di bantu oleh diduga berinisial 'Y' Alias 'BIBIR' serta berinisial 'DI' Alias 'MAS' sebagai pengedar.
Yang sangat ironisnya berinisial 'Y' Alias 'BIBIR' diduga anak dari kepala Desa Lau Barus Baru,Kecamatan STM Hilir.
Masyarakat Desa Lau Barus Baru (LBB) berharap kepada Kapolresta Deli Serdang Kombes Pol Hendria Lesmana, S.I.K., M.Si hingga Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Whisnu Hermawan Februanto, S.I.K., M.H,segera menangkap bandar berinisial 'A' Alias 'Jupeng' dan 'Y' Alias 'Bibir' serta 'DI' Alias 'MAS' sebagai pengedar.Dan mengambil langkah tegas untuk menghentikan peredaran narkotika yang dinilai kian meresahkan serta mengusut tuntas dugaan keterlibatan pihak lain, termasuk apabila terdapat oknum aparat di dalam jaringan tersebut.
Bagi masyarakat, penegakan hukum yang tegas, terbuka, dan tanpa pandang bulu menjadi satu-satunya cara memutus rantai peredaran sabu-sabu, sekaligus memulihkan kepercayaan publik yang mulai terkikis.




