DELI SERDANG,analisismedia.com - Peredaran narkotika jenis sabu-sabu di Kabupaten Deli Serdang,Sumatera Utara kini menjadi sorotan tajam masyarakat publik. Aktivitas barang haram itu disebut tidak lagi bergerak secara tersembunyi, melainkan berlangsung semakin terbuka dan terorganisir diduga kebal terhadap penegakan hukum, Jumat (24/4/2026).
Berdasarkan pantauan awak media di lapangan, transaksi narkotika jenis sabu-sabu tersebut diduga didalangi oleh berinisial "S" alias BUSER" yang saat ini dijuluki sebagai bandar besar atau pemasok.
Berinisial "S" alias BUSER" melancarkan bisnis haram nya di sejumlah titik-titik strategis khusunya di Kecamatan Beringin,Kecamatan Lubuk Pakam,Kecamatan Galang,Kecamatan Bangun Purba dan di beberapa kecamatan lainnya.
Publik bertanya-tanya,Siapakah sosok dibalik berinisial "S" alias BUSER ? yang sampai saat ini diduga masih terus eksis menjalankan sabu-sabu tersebut.Terduga Bandar besar sabu tersebut melancarkan aksinya secara tertutup dan terorganisir.
Dalam penelusuran lebih lanjut, awak media memperoleh informasi adanya jaringan yang bekerja secara rapi dan sistematis serta terselubung.
Saat ini kondisi di Kabupaten Deli Serdang khusunya Kecamatan Beringin dan Kecamatan Lubuk Pakam,Kecamatan Galang,Kecamatan Bangun Purba serta beberapa kecamatan lainnya kini jauh dari rasa aman dan dampak peredaran narkoba tidak hanya merusak generasi muda, tetapi juga memicu meningkatnya tindak kriminalitas.
Aktivitas diduga pelaku dinilai semakin berani, menimbulkan persepsi bahwa jaringan tersebut memiliki perlindungan kuat dan sulit disentuh hukum.
Kini masyarakat menuntut langkah nyata aparat kepolisian dalam memberantas peredaran Narkotika.Mereka mendesak Kapolresta Deli Serdang Kombes Pol Hendria Lesmana, S.I.K., M.Si. hingga Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto, S.I.K., M.H segera menangkap berinisial "S" alias BUSER" serta mengambil tindakan tegas, menyeluruh, dan tanpa pandang bulu untuk memutus mata rantai peredaran narkotika jenis sabu-sabu yang dinilai semakin mengkhawatirkan.
Warga meminta aparat penegak hukum (APH) segera menindak para terduga bandar sekaligus pengedar yang telah disebutkan serta mengusut tuntas dugaan keterlibatan pihak lain, termasuk apabila terdapat oknum aparat di dalam jaringan tersebut.
Bagi masyarakat, penegakan hukum yang tegas, terbuka, dan tanpa pandang bulu menjadi satu-satunya cara memutus rantai peredaran sabu sekaligus memulihkan kepercayaan publik yang mulai terkikis.




