Batu Bara, 20 Juli 2026 – Aliansi Batu Bara Bergerak menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Sumatera Utara sebagai bentuk penyampaian aspirasi terkait berbagai dugaan permasalahan yang disebut terjadi di Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku. Aksi tersebut merupakan kelanjutan dari rangkaian penyampaian aspirasi yang sebelumnya telah dilakukan di Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku dan DPRD Kabupaten Batu Bara.
Dalam orasinya, massa aksi menegaskan bahwa berbagai persoalan yang menjadi perhatian publik perlu ditindaklanjuti secara serius melalui proses investigasi yang objektif, transparan, dan sesuai ketentuan hukum oleh Kanwil Ditjenpas Sumatera Utara.
Koordinator Aksi Aliansi Batu Bara Bergerak, Syahnan Afriansyah, S.H., mengatakan bahwa demonstrasi tersebut merupakan bentuk kepedulian masyarakat terhadap penyelenggaraan sistem pemasyarakatan yang menjunjung tinggi profesionalisme, integritas, akuntabilitas, dan supremasi hukum.
"Kami hadir untuk memastikan berbagai dugaan yang berkembang di tengah masyarakat memperoleh perhatian serius dari Kanwil Ditjenpas Sumatera Utara. Kami berharap persoalan ini tidak berhenti sebatas pemberitaan maupun diskusi publik, tetapi ditindaklanjuti melalui langkah-langkah yang objektif, profesional, dan transparan," ujar Syahnan dalam orasinya.
Dalam aksi tersebut, Aliansi Batu Bara Bergerak menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Kanwil Ditjenpas Sumatera Utara. Di antaranya meminta dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku, serta menindaklanjuti berbagai dugaan yang telah menjadi perhatian masyarakat.
Adapun dugaan yang disampaikan massa aksi meliputi dugaan peredaran narkotika di dalam lapas, dugaan praktik pungutan liar dan jual beli kamar hunian, dugaan kematian warga binaan yang dinilai perlu dilakukan penelusuran lebih lanjut, serta permintaan evaluasi terhadap kinerja pimpinan beserta jajaran Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Selain itu, massa juga mendorong Kanwil Ditjenpas Sumatera Utara untuk membuka ruang komunikasi yang lebih luas dengan masyarakat serta memperkuat pengawasan publik sebagai bagian dari upaya mewujudkan lembaga pemasyarakatan yang bersih, transparan, akuntabel, dan berintegritas.
Aliansi Batu Bara Bergerak menegaskan akan terus mengawal perkembangan penanganan berbagai dugaan tersebut hingga terdapat langkah konkret dari pihak yang berwenang. Mereka berharap aksi ini menjadi momentum pembenahan menyeluruh terhadap sistem tata kelola pemasyarakatan, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemasyarakatan.
Aksi unjuk rasa berlangsung dengan tertib dan damai di bawah pengamanan aparat kepolisian. Pada akhir kegiatan, perwakilan massa menyerahkan dokumen berisi tuntutan dan aspirasi kepada pihak Kanwil Ditjenpas Sumatera Utara untuk ditindaklanjuti sesuai mekanisme dan ketentuan hukum yang berlaku.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Kanwil Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Utara belum memberikan keterangan resmi terkait substansi tuntutan yang disampaikan massa aksi.






