![]() |
| Rudino br.Tumanggor sebagai korban didampingi oleh suaminya saat diwawancarai. |
DELI SERDANG (AM) - Seorang ibu rumah tangga penyandang disabilitas rungu dan wicara, RUDINO TUMANGGOR, diduga menjadi korban pengeroyokan oleh tetangganya sendiri saat sedang menggendong bayi berusia satu tahun di Dusun III, Desa Bangun Sari, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang.
Peristiwa yang membuat tiga anak korban yang masih di bawah umur hanya bisa menangis menyaksikan ibunya dipukuli itu terjadi pada Rabu (28/10/2026) siang.
Korban yang juga buta huruf itu kini telah menempuh jalur hukum. Laporannya tercatat di Polresta Deli Serdang dengan Nomor LP/B/1111/X/2026/SPKT/Polresta Deli Serdang, tanggal 29 Oktober 2026.
Namun, hingga Kamis (05/11/2026), laporan tersebut belum menunjukkan perkembangan berarti. Pihak Polresta Deli Serdang mengakui perkara ini saling lapor, namun Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) belum juga turun.
Berawal dari Asap Pembakaran Sampah
Peristiwa bermula saat seorang tetangga korban berinisial LT diduga membakar sampah di samping rumah korban. Lokasi pembakaran itu berbatasan langsung dengan rumah korban.
Akibatnya, asap pembakaran terus masuk ke dalam rumah korban. Tiga anak korban yang masing-masing berusia 11, 8, dan 4 tahun mengalami gangguan pernapasan hingga batuk-batuk. Bahkan bayi berusia satu tahun yang sedang dititipkan dan diasuh korban juga terdampak asap tersebut.
Khawatir terhadap kesehatan anak-anak dan bayi yang diasuhnya, korban kemudian mendatangi LT sambil menggendong bayi tersebut. Dengan bahasa isyarat, korban berusaha meminta agar api segera dipadamkan.
Namun, permintaan dengan bahasa isyarat itu justru diduga memicu pertengkaran.
Diduga Dipukul Pakai Kayu, Anak Pelaku Ikut Memukul
Menurut keterangan saksi yang dihimpun redaksi, LT diduga tidak terima ditegur dan langsung melakukan pemukulan terhadap korban. Pelaku disebut menggunakan sebatang kayu yang berada di lokasi kejadian.
Tidak hanya itu, dua orang anak LT juga diduga ikut melakukan pemukulan terhadap korban yang sedang menggendong bayi.
Peristiwa dugaan pengeroyokan itu disaksikan langsung oleh anak-anak korban. Mereka yang masih di bawah umur hanya bisa menangis dan menyaksikan ibunya dipukuli oleh para terduga pelaku.
Warga sekitar yang mendengar keributan kemudian datang dan berupaya melerai aksi tersebut.
Akibat kejadian itu, korban mengalami sejumlah luka pada bagian kaki, tangan, badan, dan punggung.
Korban kemudian mendapatkan pengobatan sekaligus menjalani visum et repertum untuk kepentingan pembuktian hukum.
Dalam proses tersebut, korban didampingi oleh kerabatnya, mengingat suaminya sedang berada di luar kota untuk bekerja.
(Team Redaksi)



