Tanjab Barat, Analisismedia – Pemerintah
Kabupaten Tanjung Jabung Barat menunjukkan komitmennya dalam menjaga
kelestarian lingkungan melalui Gerakan Penanaman Pohon Serentak Provinsi Jambi
yang dilakukan oleh Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat, Dr. H. Katamso, SA,
S.E., M.E., bersama unsur Forkopimda, Pejabat Tinggi Pratama, Administator,
Pengawas, dan Pejabat Pelaksana lingkup Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung
Barat, serta undangan lainnya, di area Sport Center Desa Pembengis, Kecamatan
Bram Itam, Rabu (28/01/26).
Kegiatan yang dipusatkan di sempadan Sungai
Batanghari, tepatnya di Dusun Tuo, Desa Pematang Jering, Kecamatan Jambi Luar
Kota, Kabupaten Muaro Jambi ini turut dihadiri oleh Menteri Lingkungan Hidup
yang diwakili Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup Ir. Nur Adi Wardojo, Gubernur
Jambi, Ketua DPRD Provinsi Jambi, Danrem 042/Gapu, Bupati Muaro Jambi, serta
para bupati dan wali kota se-Provinsi Jambi yang mengikuti kegiatan secara
virtual. Sebanyak 201.274 bibit pohon kehutanan ditanam secara serentak di
seluruh kabupaten dan kota se-Provinsi Jambi.
Dalam sambutannya, Gubernur Jambi Al Haris
menekankan pentingnya kesadaran kolektif dalam menjaga keseimbangan lingkungan,
khususnya melalui penanaman pohon di kawasan bantaran sungai yang rawan abrasi.
“Selama ini kita lebih banyak mengambil
daripada menanam. Padahal pohon berfungsi menjaga tebing sungai, mencegah
banjir, serta melindungi ekosistem,” kata Al Haris.
Ia juga mengingatkan potensi ancaman
kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akibat rendahnya curah
hujan serta kemungkinan masuknya fenomena El Nino.
“Jika tidak diantisipasi dengan baik,
kondisi kering ini dapat memicu karhutla. Karena itu, mari kita tanam pohon
secara serentak, terutama di sepanjang bantaran sungai yang mulai terkikis,”
tambahnya.
Gubernur Al Haris mengajak seluruh unsur
Forkopimda, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga
lingkungan demi keberlanjutan alam Provinsi Jambi. Sebagai bagian dari
rangkaian kegiatan, Gubernur Jambi Al Haris juga menyerahkan bantuan 20 ribu
benih ikan patin kepada kelompok tani sebagai bentuk dukungan terhadap
ketahanan pangan serta penguatan ekonomi masyarakat.
Sementara itu, Staf Ahli Menteri Lingkungan
Hidup Ir. Nur Adi Wardojo mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Jambi dalam
menggerakkan penanaman pohon secara masif dan terkoordinasi. Menurutnya,
gerakan ini tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial semata, melainkan
harus menjadi pengingat bersama bahwa masa depan bangsa sangat bergantung pada
kondisi ekosistem, khususnya di sepanjang daerah aliran sungai.
Ia menyoroti meningkatnya bencana banjir dan
longsor di berbagai wilayah Indonesia, seperti yang terjadi di Aceh, Sumatera
Utara, Sumatera Barat pada November 2025, serta longsor parah di Bandung Barat
baru-baru ini. Peristiwa tersebut menunjukkan bahwa kerusakan lingkungan secara
langsung meningkatkan risiko bencana.
Oleh karena itu, upaya penanaman pohon dan
pemulihan tutupan lahan di sempadan sungai dan areal terbuka di Provinsi Jambi dinilai
sebagai intervensi nyata yang terbukti secara ilmiah mampu menurunkan risiko
banjir dan longsor, baik di wilayah hulu maupun hilir.
“Gerakan ini harus terus berlanjut dan
menjadi budaya di tengah masyarakat. Provinsi Jambi kami nilai layak menjadi role
model nasional dalam gerakan tanam pohon serentak,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan tutupan
vegetasi semakin meningkat, daya resap tanah membaik, limpasan permukaan
berkurang, serta lereng dan tebing sungai menjadi lebih stabil.
Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian
lingkungan, Pemerintah Provinsi Jambi optimistis gerakan ini akan memberikan
dampak positif bagi kelestarian alam dan kesejahteraan masyarakat di masa
depan.
Pada kesempatan yang sama, saat diwawancarai
usai pelaksanaan Gerakan Penanaman Pohon Serentak, Wabup Katamso menjelaskan,
untuk Kabupaten Tanjung Jabung Barat, penanaman pohon secara simbolis
dipusatkan di halaman belakang GOR Pemengis dengan jumlah 200 bibit pohon yang
ditanam pada hari pelaksanaan kegiatan. Selanjutnya, pemerintah daerah telah
mengoordinasikan penanaman lanjutan sebanyak sekitar 3.200 batang pohon yang
akan dilaksanakan di Kecamatan Batang Asam.
“Penanaman sebanyak 3.200 batang tersebut
merupakan program yang dikelola oleh pemerintah daerah dan akan diperkuat
dengan dukungan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah sekitar,” ujar
Katamso.
Ia juga menambahkan bahwa sepanjang tahun
2025, Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat telah melaksanakan penanaman
sekitar 3.000 bibit mangrove di wilayah pesisir. Penanaman ini dilakukan di
kawasan mangrove seluas kurang lebih 2.100 hektare, melalui kerja sama dengan
TNI, POLRI, mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, serta organisasi
lingkungan seperti WARSI dan LKBN Antara
Jambi.
Wabup Katamso berharap, gerakan penanaman
pohon ini dapat terus berlanjut dan menjadi program berkelanjutan, sehingga
upaya penghijauan dan pelestarian lingkungan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat
dapat berjalan secara konsisten dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat
serta lingkungan. (*/nst)





