Gawat Ini,Tak Menghargai,Praktik Judi Milik "AS" Alias "Ton" di Polonia Beroperasi Tanpa Tersentuh Hukum

Permadi Nata Negara,SH
0

MEDAN,analisismedia.com - Di saat umat Muslim tengah menjalankan ibadah di Bulan Suci Ramadhan 1447 H/2026, praktik perjudian ketangkasan jenis tembak ikan dikabarkan melenggang bebas tanpa tersentuh hukum di wilayah Polsek Medan Baru.


Informasi yang di dapat, Mesin Tembak Ikan yang diduga kuat dikelola oleh pria berinisial "AS" alias "Ton" alias "Nai" alias "Baho", tetap beroperasi secara terang-terangan di Jalan Karya Sehati No.34, Kelurahan Polonia, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan.


Keberadaan lapak judi ini memicu kemarahan warga sekitar. Tidak menghormati Bulan Ramadhan, lokasi tersebut justru menjadi magnet kerumunan pemain judi yang seolah tidak takut dengan aparat penegak hukum.


"Ini sudah keterlaluan. Kita sedang puasa, tapi mesin judi itu bunyi terus dari pagi sampai malam. Apakah lokasi ini memang kebal hukum atau ada 'main mata'?," ujar salah satu warga yang meminta identitasnya dirahasiakan demi keamanan.


Publik kini menaruh harapan besar, sekaligus mempertanyakan nyali Kapolsek Medan Baru Kompol Bambang Gunanti Hutabarat. 

Mengingat lokasinya yang cukup strategis dan berada di tengah pemukiman, sulit dipercaya jika aktivitas ilegal berskala besar seperti ini tidak terpantau oleh intelijen kepolisian maupun pihak Kecamatan.


Untuk sebagai informasi, lokasi judi ini terletak di Jalan Karya Sehati No.34, Polonia, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan. Sementara Pemilik/Pengelola diduga pria berinisial AS alias Ton alias Naibaho.


Masyarakat mendesak agar jajaran Polsek Medan Baru segera melakukan penggerebekan dan menutup permanen lokasi tersebut. Jangan sampai ada kesan bahwa hukum tajam ke bawah namun tumpul ke pengelola judi (bandar).


Jika dalam waktu dekat tidak ada tindakan nyata, kredibilitas komitmen Polri dalam memberantas Penyakit Masyarakat (Pekat) di Sumatera Utara, khususnya di bawah kepemimpinan Kapolsek Medan Baru Kompol Bambang Gunanti Hutabarat, akan menjadi pertaruhan besar di mata publik.



Post a Comment

0Comments
Post a Comment (0)