SERDANG BEDAGAI,SUMATERA UTARA,analisismedia.com - Peredaran narkotika jenis sabu-sabu di kecamatan Dolok Masihul dan kecamatan Bintang Bayu,kabupaten Serdang Bedagai,Sumatera Utara kini menjadi sorotan tajam warga masyarakat dan publik. Aktivitas barang haram itu disebut saat ini eksis dan semakin bergerak secara terbuka dan terorganisir seolah kebal terhadap penegakan hukum, Kamis (13/8/2026).
Berdasarkan pantauan awak media di lapangan, transaksi dan peredaran narkotika di dua Kecamatan itu diduga didalangi oleh berinisial " BUY alias UNG alias SBY alias BY ".
Lebih lanjut,bukan saja hanya sebagai bandar (BD) sabu-sabu, berinisial " BUY alias UNG alias SBY alias BY " juga membuat suatu basis transaksi peredaran yaitu di kecamatan Dolok Masihul.
Dalam beberapa waktu lalu ada postingan viral di media sosial menyebutkan bahwa polisi menjalin kerjasama dengan terduga bandarnya.
Kepolisian dari Satresnarkoba Polres Serdang Bedagai (Sergai) belum menangkap SBY terduga bandar (BD) besar sabu-sabu dan postingan itu menjadi viral di media sosial.
“Satreskoba Polres Sergai dan Polda Sumut diduga menjalin kerjasama dan melindungi terduga bandar sabu-sabu di Kecamatan Dolok Masihul dan Bintang Bayu berinisial " BUY alias UNG alias SBY alias BY " tulis postingan itu dilihat awak media.
Berinisial " BUY alias UNG alias SBY alias BY " diduga mendapatkan perlindungan dari oknum yang berdinas di Satreskoba Polres Sergai. Sehingga sampai saat ini masih menjalankan bisnis ilegal itu.
Saat awak media mengkonfirmasi Kasatnarkoba Polres Sergai AKP Erikson David, SH MH melalui pesan WhatsApp terkait maraknya peredaran mengatakan,Terimakasih informasinya..akan kita tindaklanjuti pak, Ucap Kasat.
Informasi yang didapat,adanya jaringan yang bekerja secara rapi dan sistematis.Bila b andar-pengedar tidak ditangkap, artinya Aparat Penegak Hukum (APH) diduga berkonspirasi dengan itu.
Saat ini kondisi di Kecamatan Dolok Masihul dan Kecamatan Bintang Bayu kini jauh dari rasa aman dan dampak peredaran narkotika ini bukan hanya merusak generasi muda, tetapi juga memicu meningkatnya tindak kriminalitas seperti begal dan lainnya.
Aktivitas para diduga pelaku dinilai semakin berani, menimbulkan persepsi bahwa adanya dugaan jaringan tersebut memiliki perlindungan kuat dan sulit disentuh oleh pihak kepolisian.
Kini masyarakat menuntut langkah nyata aparat kepolisian dalam memberantas peredaran Narkotika.Mereka mendesak Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto, S.I.K., M.H segera mengambil tindakan tegas, menyeluruh, dan tanpa pandang bulu untuk memutus mata rantai peredaran narkotika jenis sabu-sabu yang dinilai semakin mengkhawatirkan.
Warga meminta aparat penegak hukum (APH) segera menindak para terduga bandar sekaligus pengedar yang telah disebutkan namanya,serta mengusut tuntas dugaan keterlibatan pihak lain, termasuk apabila terdapat oknum aparat di dalam jaringan tersebut.
Bagi masyarakat, penegakan hukum yang tegas, terbuka, dan tanpa pandang bulu menjadi satu-satunya cara memutus rantai peredaran sabu sekaligus memulihkan kepercayaan publik yang mulai terkikis.




