BANGUN PURBA,DELI SERDANG,analisismedia.com - Warga Masyarakat Desa Cimahi,Kecamatan Bangun Purba,Kabupaten Deli Serdang,Sumatera Utara semakin resah dengan maraknya peredaran narkotika jenis sabu-sabu yang terjadi di wilayah mereka. Fenomena ini tak hanya merusak moral generasi muda, namun juga diduga memicu meningkatnya tindak kriminalitas di masyarakat, Jum'at (10/4/2026).
Salah satu warga Desa Cimahi yang enggan disebutkan namanya untuk keselamatan diri mengungkapkan,bahwa Bandar (BD) dan juga pengedar serta penggunaan sabu-sabu di desa mereka sudah sangat mengkhawatirkan, bahkan telah melibatkan kalangan remaja hingga orang dewasa.
“Pengedar dan Pemakaian Sabu-sabu ini makin merajalela bang, sudah banyak anak-anak muda yang ikut-ikutan. Kalau tidak segera ditindak habislah masa depan mereka dan banyak juga orang luar sering belanja disini bang,basis mereka di Dusun 1 gudang sawit milik berinisial " J " tak jauh dari sekolah SD atau lapangan bola bang” ujarnya saat diwawancarai media.
Tak hanya berdampak pada kerusakan mental dan moral, warga juga mengaku sering kehilangan seperti buah sawit dan barang-barang rumah tangga serta peralatan memanen sawit.
Berdasarkan informasi yang didapat oleh awak media, diduga bandar (BD) dan juga pengedar sabu tersebut Berinisial " J " alias KENTUNG".
Berinisial " J " alias KENTUNG" mendapatkan sabu-sabu tersebut dari berinisial " E " warga Desa pisang pala kecamatan Galang.
Masyarakat Desa Cimahi berharap kepada Kapolsek Bangun Purba,Kapolresta Deli Serdang Kombes Pol Hendria Lesmana, S.I.K., M.Si hingga Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Whisnu Hermawan Februanto, S.I.K., M.H,segera menangkap berinisial " J " alias KENTUNG" sebagai bandar juga pengedar sabu.Dan mengambil langkah tegas untuk menghentikan peredaran narkotika yang dinilai kian meresahkan serta mengusut tuntas dugaan keterlibatan pihak lain.
Bagi masyarakat, penegakan hukum yang tegas, terbuka, dan tanpa pandang bulu menjadi satu-satunya cara memutus rantai peredaran sabu-sabu, sekaligus memulihkan kepercayaan publik yang mulai terkikis.




